Misteri Merpati Lenyap di "Segitiga Birdmuda"

Ratusan merpati balap lenyap di North East England, Inggris. Mengapa?

Ratusan merpati balap lenyap misterius di langit Inggris
Ratusan merpati balap lenyap misterius di langit Inggris (10000birds.com)
VIVAnews - Sebuah peristiwa aneh terjadi di langit Inggris. Ratusan merpati balap lenyap secara misterius di North East England, membuat area itu kini dijuluki "Birdmuda Triangle", plesetan dari "Segitiga Bermuda".

Seperti diketahui, Segitiga Bermuda adalah wilayah laut di dalam garis imajiner yang menghubungkan  tiga wilayah yaitu  Bermuda, San Juan-Puerto Rico, dan Miami di Amerika Serikat. Yang tenar akibat tragedi hilangnya sejumlah pesawat dan kapal laut.

Pada Sabtu 25 Agustus 2012, sebuah klub penikmat merpati balap melepaskan 230 burung dari North Yorkshire. Tapi hanya 13 di antaranya yang sampai di tempat tujuan di Skotlandia. Sebelumnya ratusan merpati juga raib di lokasi yang sama.

Peristiwa itu membuat jeri para pehobi, yang secara rutin melepas merpati balapnya hingga jarak ratusan kilometer, memutuskan untuk mengandangkan burung mereka hingga misteri tersebut terpecahkan.

"Kawasan Thirsk, Wetherby, dan Consett kami juluki sebagai 'Segitiga Bermuda'. Sebab ada saja yang terjadi di sana," kata salah satu pehobi merpati balap, Austin Lindores, seperti dimuat Telegraph.

"Ini bukan kali pertamanya terjadi di area itu. Aku tak akan balap merpati lagi di sana."

Seperti dimuat situs sains, LiveScience, sudah lama merpati membuat bingung para ilmuwan dengan kemampuan navigasinya yang luar biasa.

Awal tahun ini, peneliti dari Baylor College berhasil menemukan komponen "GPS internal" merpati. Yakni, kelompok sel dalam otak yang mampu mengukur kekuatan dan arah medan magnet bumi. Mirip kompas.

Lalu mengapa kemampuan para merpati tiba-tiba drop di North East England?

Sejumlah pehobi balap merpati menduga itu ada kaitannya dengan operasi militer, menyalahkan sinyal dari satelit Menwith Hill milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF).

"Sudah ada eksperimen tentang efek sinyal radio pada orientasi merpati," kata Charles Walcott, dosen neurobiologi dan perilaku dari Cornell University, yang telah mempelajari merpati sejak tahun 1962. "Tapi tak ada yang pernah melihat efek subtansialnya."

Teori lainnya, ada yang menduga itu akibat aktivitas tinggi matahari di musim panas yang membuat wilayah magnetis bumi terdistorsi. Dan pada akhirnya mempengaruhi kemampuan merpati membaca arah. Tapi kata Walcott, itu tak bisa dijadikan kesimpulan.

Menurut, dia yang masuk akal dari misteri hilangnya ratusan merpati itu mirip fakta yang menepis kesan mistis Segitiga Bermuda yang melenyapkan kapal, pesawat, dan banyak manusia: cuaca buruk.

Seperti dimuat Telegraph, sebagian kawasan North East England sempat mengalami gangguan cuaca buruk, curah hujan tinggi. Sebagian pebalap juga menduga, burung yang hilang diduga tersesat dalam upaya menghindari badai. "Saya pikir penjelasannya seperti itu," kata Walcott. "Merpati tidak suka terbang di tengah hujan karena bulu mereka tak bisa mengatasi terpaan air." (umi)

0 comments:

Post a Comment