RI Rumuskan Pembangunan Dunia Pasca 2015

Inggris, Indonesia, dan Liberia akan memimpin high level panel.

Presiden SBY bersama Sekjen PBB, Ban Ki-Moon
Presiden SBY bersama Sekjen PBB, Ban Ki-Moon (Biro Pers Istana Presiden/ Abror Rizki )
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Para co-Chairs sepakat untuk menyelesaikan perumusan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai Milenium Development Goals dalam delapan bulan mendatang. Ditargetkan, Mei 2013 rumusan SDGs sudah rampung.

Hal itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan persnya usai mengikuti video conference bersama UN High-Level Panel of Eminent Personson the Post-2015 Development Agenda di Gedung Eks Bina Graha, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2012.

"Baru saja dilaksanakan video conference antara New York, Jakarta, London dan Monrovia sebagai awal dari konsultasi para pimpinan atau co-chairs yaitu saya sendiri, kemudian Presiden Liberia dan Perdana Menteri Inggris yang akan memimpin high level panels on post 2015 development agenda," kata Yudhoyono.

Presiden menjelaskan, topik utama pertemuan lewat video conference itu adalah pertukaran visi dan pikiran-pikiran utama dari para pemimpin negara terkait kelanjutan program MDG. "Yang kedua kita bicarakan juga proses bekerjanya panel ini," katanya.

Menurut SBY, ketiga Co-Chairs serta PBB memiliki kesamaan pandangan bahwa tujuan dari agenda pembangunan berkelanjutan adalah mengurangi secara signifikan kemiskinan sedunia sehingga bisa meningkatkan taraf hidup bangsa-bangsa sedunia. Salah satu caranya adalah dengan melaksanakan pembangunan yang disebut sustainable development dan dukungan sumber daya.

"Saya usul tadi kita bisa mencapai tujuan Sustainable development Goals pengganti MDGs nanti manakala ekonomi tumbuh dengan baik sehingga nanti menjadi sustainable growth with equality," katanya.

Dari tujuan tersebut, tim selanjutnya akan merumuskan berbagai langkah yang diperlukan untuk mencapainya.

Para perumus SDGs itu, rencananya mulai bekerja dari Sepetember 2012 hingga Mei 2013. Anggota panel ini terdiri dari 26 orang dalam kapasitas pribadi masing-masing yang ditunjuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Di samping kami bertiga sebagai ketua bersama ada 23 yang lain dari berbagai benua, dari berbagai negara dan berbagai profesi, ada mantan perdana menteri, ada mantan Presiden tapi juga banyak yang tokoh-tokoh pada expertise tertentu, bidang-bidang tertentu, baik ekonomi, lingkungan, sosial, dan sebagainya," ujarnya.

Indonesia Tuan Rumah

Dalam video conference itu, disepakati  juga adanya lima pertemuan yang akan bermula dan berakhir di Kantor PBB di New York, Amerika Serikat. Sementara, tiga pertemuan lainnya akan digelar di negara yang menjadi Co-Chairs dari SDG.

"Indonesia akan menjadi tuan rumah pertama setelah New York, sedang kami rencanakan waktunya apakah akhir November atau awal Desember," ujarnya.

Setelah Indonesia, pertemuan selanjutnya dilakukan Monrovia, Liberia dan London, Inggris. "Terakhir kita bertemu kembali di PBB New York untuk menyerahkan hasil kerja panel ini pada Perserikatan Bangsa-bangsa, untuk selanjutnya akan menggunakan mekanisme PBB nantinya akan dikukuhkan menjadi apa namanya pengganti MDGs yang akan jatuh tempo pada tahun 2015," ujarnya. (eh)

0 comments:

Post a Comment