Jasad Neil Armstrong Akan Dilarung ke Laut

Alih-alih ke luar angkasa, ia meminta jasadnya dilarung ke laut lepas.

Neil Armstrong. Ia pelaut sejati.
Neil Armstrong. Ia pelaut sejati. (REUTERS/Molly Riley/Files)
 
VIVAnews - Neil Armstrong, manusia pertama yang menjejakkan kaki di Bulan menegaskan jati dirinya sebagai anggota korps Angkatan Laut sejati. Alih-alih ke luar angkasa, ia meminta jasadnya dilarung ke laut lepas.

"Itu adalah wasiatnya," kata juru bicara keluarga, Rick Miller, seperti dimuat USA Today.

Seperti apa detail pemakamannya, tidak dirilis, atau mungkin tak akan pernah. Angkatan Laut AS mengonfirmasi, mereka akan menyelenggarakan upacara pelepasan. Namun, demi privasi keluarga mendiang, mereka tidak mengungkap kapan, di mana, dengan kapal apa pemakaman akan dilakukan. Juga pertanyaan besar, apakah seluruh jasad Armstrong yang dilarung, atau hanya abunya.

Bahwa Armstrong adalah pelaut, melampaui segala ketenarannya sebagai penjelajah angkasa juga diungkap rekan sesama astronot sekaligus sahabatnya, Jim Lovell. "Ia pelaut sejati," kata dia.

Karier Armstrong di Angkatan Laut dimulai pada 1947, saat ia mendaftar ke Naval ROTC dan kuliah di Purdue University di India. Sejak itu, banyak peristiwa penting berkaitan dengan laut dalam hidupnya.

Pada 1950, di usia 20 tahun, ia ditempatkan di kapal induk USS Essex, sekitar 100 mil dari Teluk Wosan di Laut Jepang. Ia terbang dalam 78 misi tempur.

Pada Maret 1966, meski sukses terbang dengan pesawat luar angkasa Gemini 8, pendaratannya berlangsung sangat mengerikan. Tiga parasutnya belum terbuka, saat dia tercemplung di Samudera Pasifik.

Sementara itu, pada Juli 1969, setelah berhasil mencapai Bulan, ia dan rekan-rekannya juga menceburkan diri di Samudera Pasifik, sebelum akhirnya dijemput dengan USS Hornet. "Ini menunjukkan bagaimana ia tahu hidupnya paripurna," ujar Lovell. "Memahami bagaimana kerjanya diselesaikan."

Meski serba tertutup, seperti kebiasaan dalam Angkatan Laut, upacara pemakaman tetap menggunakan peti mati. Akan ada dia, tembakan ke udara, penghormatan, sebelum papan penyangga dimiringkan dan peti mati jatuh
perlahan ke samudera. Cara yang sama dilakukan untuk jasad yang dikremasi atau masih utuh.

Dan, apa yang dimau Armstrong tidaklah nyeleneh. Angkatan Laut AS melakukan sekitar 900 pemakaman serupa tiap tahun. "Ini bukan hal yang aneh, seperti yang Anda pikirkan," kata Juru Bicara Angkatan Laut, Ed Ziegler.

Sementara itu, upacara pelepasan Armstrong untuk publik akan diselenggarakan pada 13 September 2012, di Washington National Cathedral. Sederet tokoh penting dan para astronot NASA akan berkumpul. Melepas "Sang Pahlawan Besar" --julukan yang diberikan Presiden AS, Barack Obama.
Sumber : Vivanews

0 comments:

Post a Comment